Pages

12/17/14

Angin-anginan, Rindu-rinduan.

Selimut tebal mendekapkan dirinya padaku, malam itu. Angin bergelayut memasuki kamar lewat celah dibawah pintu. Aku tau, tapi aku diam saja. Barangkali dia mau ketemu aku, mungkin juga kangen.

Dibelainya perlahan kakiku, selimut gak sengaja ketarik sampai ke lutut. Sarung warna biru yang kukenakan sebelum tidur pun sudah sampai atas lutut.

"Menggigil kah kamu saat ku belai?", bisik angin malam itu.

Aku hanya bisa diam, karena sejak angin masuk ke kamar tadi, aku sudah terjaga, tapi masih kupejamkan mata dan berlagak jadi bangkai.

Dibelainya kini rambutku yang luput dari jangkauan selimut. Semacam ibu yang mengusap kotoran dirambut anaknya, aku masih membatu.

"Aktingmu buruk, semut yang kini ada di zimbabwe pun tau kalau kamu sedang tidak tidur!", bisiknya menantang.

Semakin erat kelopak mataku kupejamkan dan gigiku beradu merdu, menggigil. Tetiba terdengar suara ngiung-ngiung berdengung di wilayah telinga kiriku, masih ada saja nyamuk yang belum tidur, padahal udah larut malam gini, batinku.

Plakkk!!!

Reflek tanganku menebas dan menyibak selimut dengan menarik kaki sampai tanganku menebar hawa kematian pada nyamuk. Ternyata luput, nyamuk lepas dan aku berdiri dengan selimut jatuh disampingku.

"Untung gak kena gelas kopi. Kan sayang selimutnya jadi basah. Nyamuk bedebah!", gerutuku mengambil selimut.

"Eh sudah bangun ya?", bisikan angin di tengkuk bikin merinding.

Aku terkoyak kaget. Gelas kopi berhamburan tersibak kakiku.

Pyar!!

Aku gak jadi lari. Posisiku masih berdiri bersandar pintu. Kuamati benar-benar pecahan gelas di karpet. "Untung aku gak pernah tidur di kasur. kan susah nyucinya kalau kena kopi gini", desahku lega.

Angin kini membelaiku begitu mesra, dari ujung kaki ke ujung rambut.
"Besok, Tidurlah disampingku, biar kalau kamu bangun duluan bisa bangunin aku.", bisik angin bikin detak jantungku saling berkejaran.

Kupejamkan mata, dan mulai mengingat berapa potong kue yang kumakan.
Ya, kue yang kupetik dari bulu mata seorang gadis sore tadi.
Lezat dan bikin ketagihan.
Aku kenyang, dan rindu menjelma candu.

No comments:

Post a Comment

 

Blogger news

Blogroll

About