Pages

12/4/14

Insomnia gak tersalurkan

Menjadi tak bisa tidur bukan satu impian tiap manusia. Tapi kebutuhan apa yang sedang meliputinya adalah satu alasan kuat untuk menepis kealpaannya.


Suatu saat :

Tak peduli kutembus hamparan luas berdinding suci.
Kumasuki dengan masih merasa diawasi.
Merapal mantra pembuka pintu sudah jadi syarat yang sarat.
Mulai kulambaikan tangan pada kebesaran yang tak tertakar.
Hingga kudekap erat tubuhku, seakan takut kehilangan.
Bagai Nahkoda di atas mengawasi awak kapalnya dibawah, tunduk.
Kuhembuskan gelombang dengan secepuk iftitah, semoga lumrah.
Kuregangkan liar kemudiku menelusup alfatihah, mulai jengah.
Kubermain-main dilautan surah-surah, semacam krasan di rumah.
...


Bosan sendiri membaca tulisan yang melintas dipikiran saat itu, dini hari yang sepi. "Kosa kata yang kurang akan membuat seorang penulis mati gaya dimata para pembacanya", batinku. Dengan membayangkan merobek kertas, ingin sekali kulakukan pada tulisan tadi. Benar sekali, nampaknya aku kesulitan meneruskan kelanjutan kata yang seharusnya tertuang. Bahan yang masih bernama rasa, agak sulit kupahami sendiri. Aku butuh orang lain untuk merasakan rasa ini. Urutan ini nampak logis bagi para pujangga sehingga mudah sekali menafsirkan dengan kata cinta, rindu, atau apa saja yang memabukkan. Tidak bagiku, saat ini pikiranku mengarahkanku pada, tak selalu harus memabukkan untuk membuat kata yang akan dibaca nantinya. Seperti halnya gaya khas seorang penulis, atau orang yang menulis adalah dirinya yang menjelma tulisan. Deretan huruf yang tertuang pada akhirnya akan memiliki jiwa, yang menyambungkan antara penulis dan pembaca.

Barusan ada ide yang nongol, seperti ini : "Seperti memasak, menulis tak bisa dengan mudahnya menemukan cita rasa yang tinggi. Paling tidak, pernah merasakan teriris pisau jarinya karena kurang cermat. Atau merasakan panasnya wajan yang tak sengaja kesentuh. Bahkan lebih dalam lagi ketika harus mencari bahan yang pas untuk memadukan rasa yang sesuai dengan kata lezat, atau nikmat."

Sebentar, aku mau pipis.

No comments:

Post a Comment

 

Blogger news

Blogroll

About