Pages

10/23/14

Pilih dahan yang mana saja, kelak kita bertemu di pucuk yang sama.

Ini adalah kutipan dari seorang dalang Wayang Urban, Ya, Mas Nanang Hape.

Pilih dahan yang mana saja, kelak kita bertemu di pucuk yang sama.

I believe, bahwa apa saja yang dipertemukan oleh Tuhan padaku entah lewat manapun adalah sebuah #KODE atau suatu hal yang harus tertawakan.

1.
Bagaimana cara tertawaku?
Dengan tidak menangisi hal yang sudah berlalu, dan atau hal yang akan terjadi.

2.
Kenapa harus tertawa?
Karena tidak semua hal harus dilakukan sesuai dengan apa yang orang lain lakukan.

3.
Apa yang aku tertawakan?
Lepaskan saja tawamu, maka kau akan tau.

4.
Kok jawaban ke3 sama jawaban ke2 saling bertolak belakang?
Kalau anda Muslim, coba baca Al Qur'an dan perhatikan pola-pola kandungan Ayatnya.

5.
Buat yang non-Muslim, apa rujukannya?
Mintalah Fatwa Pada Hatimu.

6.
Apa yang menarik anda untuk mencoba menguraikan kutipan ini?
Saya tidak tertarik, hanya mencoba satu jalan dari sekian banyak jalan menuju Roma.

Ini tentang sebuah pilihan.
Saat sudah memilih, hapuskan kata menyesal, dan jangan terlalu jauh menghayal.
Ini semacam banyak sungai yang akan bermuara di Laut yang sama.
Kalau berbicara tentang Laut, hal pertama yang muncul dalam benak kita adalah "Luas".
Tanda ini berarti, bukan tentang perbedaan menentukan pilihan, tapi tentang "Jembarnya" hati dalam menerima pilihan.

Ada yang menentukan pilihan. Ada pula yang menerima pilihan. Jelas beda.
Seperti lontaran pertanyaan dari Cak Nun mengenai Ruwetnya Pilpres dan Sekitarnya,"Kita ini memilih atau di pilihkan ?"


Silahkan ....

No comments:

Post a Comment

 

Blogger news

Blogroll

About