Pages

9/25/14

Lie.


Kemana angin berhembus malam ini?
Angin berhembus karena rotasi bumi, atau lebih tepatnya udara yang bergerak.
Bergerak dari tekanan udara tinggi ke tekanan yang lebih rendah.
Padahal angin tak nampak, tapi ia bisa dirasakan.

Seperti halnya Rindu, kemana rindu tertuju?
Rindu menderu karena sirkulasi hati, atau lebih tepatnya rasa yang berderak.
Berderak dari gumpalan rasa yang hampa ke gumpalan rasa yang menggelora.
Padahal rindu tak nampak, tapi ia bisa dirasakan.

Apa ini puisi atau sajak yang mengarah pada curahan rindu?
Atau rasa kembung dan pusing sebab masuk angin?

Hae gaes, kali ini ane bakal ngeshare tulisan yang kira-kira isinya mengarah ke sesuatu yang dibuka dengan tulisan diatas, sekiranya nyambung berarti saya jujur, kalau gak nyambung bisa jadi saya menipu. Ya, saya mau menipu orang yang membaca tulisan ini, lihat saja nanti. Menipu, atau berbohong kerap kali bahkan sering melintasi kehidupan kita, entah kita yang melakukan, kita yang jadi korban, atau hanya melihat adanya kebohongan itu terjadi disekitar kita.

 Sejauh ini, menurut hemat saya, untuk bisa berbohong kita mesti menanamkan sistem di otak kita secara langsung atau tidak, bahkan kita sadar atau tidak. Sistem kebohongan ini begitu simpel dasarnya, hanya perlu tau saja nikmatnya berbohong. Tentunya dengan rasa kita tau nikmat dari berbohong ini, seperti halnya makan. Kita akan percaya gula itu manis bila kita sudah tau nikmat yang kita rasakan dari gula tersebut dengan memakannya. Nah, dari merasakan gula ini, kita secara tidak langsung akan mulai membangun sistem
yang mempercayai gula itu manis. Jadi, suatu saat ketika kita mengalami hal yang sama, secara otomatis sistem yang bisa juga disebut pengalama ini akan muncul dan direspon oleh otak dan akan disampaikan pesan ini ke seluruh tubuh.

Jadi, apa kebohongan yang akan saya lakukan di tulisan ini ?
Sebelum saya lanjutkan, apakah anda percaya dengan uraian saya diatas?
Bagaimana kalau misalnya saya sudah berbohong di tulisan diatas?

Hehe, tenang saja. Saya tidak akan menuliskan hal yang mengarahkan anda untuk terlatih berbohong, tapi mungkin saja dengan sedikit mengetahui tentang apa itu kebohongan, akan membuat saya lebih memperhatikan langkah saya dan lidah saya untuk melontar, mungkin anda juga. Bukan berarti saya menuduh anda jadi seorang pembohong, tapi saya hanya merasa belum ada manusia yang belum pernah berbohong.

Emang bayi bisa berbohong?
Kebohongan seorang bayi adalah, ia tak mau ngomong ketika ia lapar, malah dia nangis.

Tapi kan bayi hanya bisa nangis, mana bisa dituduh ia sedang berbohong?
Maka dari itu, tak pantas kita mempertanyakan hal yang tak bisa dilakukan oleh obyek yang kapasitasnya tidak sesuai dengan hal yang kita pertanyakan.

Oke, saya akan mulai kebohongan dalam tulisan ini. Selamat menikmati.

**********************************************************************

bersambung...

No comments:

Post a Comment

 

Blogger news

Blogroll

About