Pages

8/23/14

Purnama Tertusuk Ranting Pohon

Purnama tertusuk ranting pohon.

Apa khabar kurcaci immortal?
Masihkah kau bermesra ria lagi?
Ya mungkin sama ibu peri.
Atau kepada laron-laron asal kelakon?

Bejana waktu pecah ditendang Sun Go Kong.

Patkay masih sibuk ngiler dikelilingi gadis-gadis berjilbab dengan pakaian ketat.

Wu Ching mana? Ah, dia terlalu baik untuk mau makan tai kerbau. Atau terlalu bodoh untuk menganggap itu bukan tai kerbau?

Biksu Tong, tolong dong tolong muridmu yang tolol tolong dong.

Ah!

Mewah dan terang kala purnama ranum diatas sana.

Tapi tetap salah ia merekah ditempat dan waktu yang entah!

Dari sini nampak ia sakit!

Ya, ada ranting pohon menusukmu.

Tidak kah itu hanya perlu kugeser tempat duduk, hingga nampak purnama yang tanpa tedheng aling-aling?

Jangan, jangan pindah tempat.

Jangan bergeser sedikit pun, nanti kau geser pantat kau di semprit dan dituduh kentut kau tau rasa!

Bah! Batal kau tidak suci lah kau!

Nikmati, toh purnama tak akan pernah tertusuk ranting pohon.

Rahayu.
Ndasmu.
Ndasku.
Asu.
Aku.
Kau.
Auuuuu... !

No comments:

Post a Comment

 

Blogger news

Blogroll

About